Guru Besar ke-70 UMS, Prof. Andri Nirwana Dorong Ilmu Tafsir Berkontribusi pada Etika Bangsa

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan capaian penting di bidang akademik. Melalui konferensi pers yang digelar di Restoran Dapur Solo, Senin (19/1), UMS mengumumkan rencana pengukuhan lima guru besar baru. Dengan penambahan tersebut, jumlah guru besar di UMS kini genap mencapai 70 orang.

Jumpa pers itu menjadi ajang bagi para calon guru besar untuk memperkenalkan kontribusi keilmuan mereka kepada publik. Beragam gagasan strategis disampaikan, mencerminkan komitmen UMS dalam mengembangkan kualitas akademik yang adaptif terhadap tantangan global.

Sekretaris Universitas UMS, Dr. Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D., yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian para akademisi yang akan segera dikukuhkan sebagai guru besar.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Prof. Andri Nirwana. AN, S.TH., M.Ag., Ph.D., dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Agama Islam, yang akan dikukuhkan sebagai guru besar ke-70 UMS. Dalam paparannya, Prof. Andri menyinggung persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat Indonesia, khususnya terkait lemahnya etika publik.

Ia menilai, keberadaan aturan dan nilai-nilai keagamaan belum tentu otomatis menyelesaikan persoalan sosial jika tidak diiringi dengan penguatan etika dalam kehidupan bersama. Karena itu, melalui kajian Ilmu Tafsir, ia menawarkan pendekatan yang membuka dialog dengan ilmu sosial, kebijakan publik, dan studi kebangsaan, tanpa meninggalkan fondasi metodologis keilmuan tafsir itu sendiri.

Lewat kontribusi akademiknya, Prof. Andri berharap Ilmu Tafsir dapat berperan lebih luas, tidak hanya dalam ranah teks keagamaan, tetapi juga sebagai landasan etis untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.