SURAKARTA – Komitmen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam memperluas kontribusi di tingkat internasional kembali diwujudkan melalui kegiatan penguatan kelembagaan bagi pengurus Lazismu Pakistan. Program ini menghadirkan Wakil Dekan III FAI UMS, Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc., sebagai narasumber utama yang memberikan materi mengenai tata kelola lembaga zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas para pengurus dalam mengelola organisasi secara lebih sistematis. Selain memperkuat pemahaman tentang manajemen kelembagaan, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan secara efektif serta akuntabel.
Dalam paparannya, Fauzul Hanif Noor Athief menekankan bahwa Lazismu memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar menghimpun dan menyalurkan dana zakat. Menurutnya, lembaga ini merupakan instrumen strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sehingga harus dikelola dengan prinsip amanah, profesionalisme, dan tata kelola yang baik.
“Penguatan kapasitas pengurus merupakan langkah penting agar Lazismu mampu menjalankan peran strategisnya dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan umat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan tata kelola organisasi yang baik menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik. Transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan program yang tepat sasaran akan memastikan manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya.
Salah seorang peserta dari Lazismu Pakistan menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tugas dan tanggung jawab pengurus dalam mengelola lembaga. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memberikan panduan praktis yang dapat diterapkan dalam menjalankan organisasi.
Ia berharap penguatan kelembagaan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
Melalui peningkatan kapasitas kelembagaan tersebut, Lazismu Pakistan diharapkan mampu menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Humas FAI)
