Fakultas Agama Islam UMS Bangun Lift Ramah Disabilitas, Wujudkan Kampus Inklusif dan Aksesibel untuk Semua Kalangan

Sebagai wujud nyata komitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, Fakultas Agama Islam (FAI) UMS pada tahun 2023 meluncurkan proyek pembangunan lift yang dirancang khusus untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas. Langkah ini merupakan salah satu proyek strategis Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam menciptakan aksesibilitas yang lebih baik bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tanpa terkecuali, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Lift ini dibangun di antara gedung utama Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ilmu Kesehatan yang selama ini menjadi pusat kegiatan akademik, seperti perkuliahan, seminar, dan berbagai acara fakultas lainnya.

Sebelum adanya lift ini, akses ke lantai atas gedung masih menjadi tantangan besar bagi penyandang disabilitas maupun individu yang mengalami kesulitan mobilitas, seperti orang tua atau mahasiswa yang mengalami cedera. Dengan hadirnya fasilitas ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan fisik yang menghalangi siapa pun untuk berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Lift yang dibangun memiliki desain yang sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas. Beberapa fitur unggulan lift ini meliputi: 1) Pintu 0tomatis dengan sensor gerak pintu lift dirancang dengan teknologi sensor gerak sehingga dapat terbuka dan tertutup secara otomatis tanpa perlu disentuh, mempermudah pengguna kursi roda; 2) Ruang lift yang luas ruang dalam lift dibuat cukup luas untuk memungkinkan pengguna kursi roda bergerak dengan nyaman; 3) Alarm dan sistem keamanan fasilitas alarm darurat dan komunikasi dua arah tersedia untuk menjamin keamanan pengguna dalam situasi darurat.

Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Agama Islam UMS menyatakan bahwa pembangunan lift ini adalah bagian dari rencana jangka panjang universitas untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan bebas hambatan. Beliau menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap individu, tanpa memandang kondisi fisik atau keterbatasan yang dimiliki. “Pendidikan tinggi adalah tempat di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Dengan adanya fasilitas seperti lift ramah disabilitas ini, kami berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang setara bagi semua mahasiswa. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebuah komitmen moral untuk memastikan tidak ada seorang pun yang merasa terpinggirkan di kampus ini.” ujar Dekan FAI UMS.

Prof. Dr. Waston, M.Hum. selaku Dosen senior FAI juga memberikan apresiasinya terhadap langkah progresif ini. Ia menilai bahwa pembangunan lift tidak hanya bermanfaat bagi penyandang disabilitas tetapi juga mendukung mahasiswa dan staf lainnya, terutama mereka yang mungkin mengalami gangguan mobilitas sementara. Rencana pengembangan fasilitas ramah disabilitas pembangunan lift ini merupakan langkah awal dari rencana universitas untuk memperluas fasilitas yang ramah disabilitas di seluruh kampus.

Fakultas Agama Islam telah menunjukkan langkah nyata dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Harapannya, langkah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan kampus tetapi juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk turut serta menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua kalangan. Komitmen untuk mewujudkan kampus inklusif tidak berhenti di sini. Baik Universitas Muhammadiyah Surakarta maupun Fakultas Agama Islam akan terus berinovasi dan berinvestasi dalam pengembangan fasilitas dan layanan yang mendukung kesetaraan bagi semua pihak, sehingga dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang benar-benar memberdayakan seluruh anggotanya.