Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan tiga doktor baru dalam sidang terbuka yang digelar di Ruang Amphitheater Fakultas Agama Islam UMS, Senin (29/12). Ketiganya dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude berdasarkan capaian akademik dan kontribusi penelitian yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Salah satu doktor baru tersebut adalah Mahmudulhassan asal Bangladesh. Ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan memublikasikan artikel di Journal of Al-Tamaddun yang terindeks Scopus Q1. Penelitiannya berangkat dari fenomena meningkatnya persoalan sosial seperti intoleransi, ketidaksetaraan, dan degradasi lingkungan, khususnya di kalangan pemuda.
Dalam disertasinya, Mahmudulhassan menyoroti tantangan pendidikan moral di tengah dinamika sosial global. “Sistem pendidikan dihadapkan pada tekanan untuk tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun moralitas dan kepekaan sosial. Pendidikan moral telah lama dianggap sebagai komponen penting untuk kohesi sosial dan kesinambungan budaya,” terang Mahmudulhassan.
Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa pendidikan moral Islam memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan moral peserta didik. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada penguatan nilai dalam kehidupan sehari-hari serta pembelajaran yang bersifat kontekstual.
