Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., menorehkan prestasi di forum internasional. Ia meraih penghargaan best paper dalam World Islamic Economics and Finance Conference (WIEFC) 2026 lewat riset yang mengulas persepsi publik terhadap perbankan syariah.
Penelitian berjudul Public Perception of Islamic Banking: A Social Network Analysis ini ditulis bersama mahasiswanya, Eva Triyulianti. Karya tersebut dipresentasikan pada sesi teknis bertema Digitalization, Public Perception, and Equity Market Performance in Islamic Finance dan tercantum sebagai salah satu makalah terpilih dalam buku program konferensi.
Dalam risetnya, Subhi memanfaatkan pendekatan Social Network Analysis (SNA) untuk memetakan percakapan publik di media sosial seputar perbankan syariah di Indonesia. Metode ini, menurutnya, membantu melihat hubungan antarakun, kecenderungan sentimen, hingga pola diskusi digital secara sistematis.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa sentimen publik terhadap bank syariah cenderung naik-turun mengikuti isu yang sedang ramai dibicarakan. Kelompok usia 25–34 tahun tercatat sebagai pengguna paling aktif dalam diskusi, sementara terdapat perbedaan tingkat pemahaman antara laki-laki dan perempuan.
Riset tersebut juga mengidentifikasi tema pembahasan utama, tagar yang kerap digunakan, serta aktor kunci atau influencer yang berpengaruh dalam membentuk opini publik. Subhi menilai, hasil kajian ini tidak hanya menggambarkan situasi, tetapi juga membantu mendiagnosis persoalan literasi, tingkat kepercayaan, dan efektivitas strategi komunikasi perbankan syariah di ruang digital.
Ia menambahkan, data percakapan media sosial dapat dimanfaatkan oleh bank syariah maupun regulator sebagai bahan evaluasi untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran. Ke depan, Subhi berharap riset ini bisa menjadi rujukan akademik dalam pengembangan kajian perbankan syariah berbasis data digital, sekaligus mendorong pemanfaatan metode SNA dalam penelitian hukum dan ekonomi syariah.
Subhi juga menekankan pentingnya kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penelitian. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa sejak proses riset hingga publikasi akan memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi serta hukum Islam.

Konferensi WIEFC 2026 sendiri digelar di Minhaj University Lahore, Pakistan, pada 24–25 Januari 2026, dan dihadiri para pakar ekonomi Islam dari berbagai negara.
Melalui capaian ini, Subhi berharap hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi akademik semata, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan literasi keuangan syariah dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah.
