Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Dikdasmen Kota Surakarta bekerja sama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan deep learning untuk guru ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) di SMK Muhammadiyah 4 Surakarta. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya penerapan teknologi deep learning yang dapat digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan efektivitas pengajaran.
Acara pelatihan ini dibuka oleh Dr. Mohamad Ali, S.Ag, M.Pd., yang menyampaikan, “Pendidikan Ismuba/AIK adalah wahana sosialisasi dan internalisasi cara pandang Muhammadiyah terhadap ajaran Islam, dengan tujuan agar seluruh warga sekolah, madrasah, dan pesantren mampu berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip Muhammadiyah.”
Ia juga menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Muhammadiyah dalam pendidikan, termasuk dalam penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Sementara pembicara pertama, Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., menekankan pentingnya teknologi dalam dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Dengan memanfaatkan teknologi seperti deep learning, kita dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan efektif bagi siswa, sekaligus membantu guru dalam mengoptimalkan proses pembelajaran,” ujar Istanto.
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermanfaat.
Mohammad Ali kembali tampil sebagai pembicara kedua, kali ini berbagi wawasan tentang penerapan deep learning dalam konteks pendidikan agama. Dia menyatakan deep learning dapat digunakan untuk menganalisis data pendidikan dan memperkuat pemahaman siswa dalam bidang agama, terutama dalam konteks pembelajaran ISMUBA. Menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu mendalamkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai agama, sekaligus memfasilitasi guru dalam mengelola materi ajar yang lebih relevan dan efektif.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktikum yang memungkinkan para peserta untuk langsung mencoba mengaplikasikan konsep deep learning dalam pembelajaran sehari-hari. Para guru diberikan kesempatan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi yang dapat mereka gunakan di kelas, memperkenalkan pendekatan baru dalam mengajar dengan menggunakan teknologi canggih yang sedang berkembang.
