Senin, 22 Juni 2015

PELATIHAN KADER TARJIH JAWA TENGAH




A.    Target Pelatihan
Target Pelatihan Tarjih adalah menambah wawasan kader Tarjih, khususnya untuk kelangsungan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah (MTT PWM Jateng) ke depan. Bagi MTT PWM Jateng , kader Tarjih merupakan persoalan yang krusial. Krusialitas Kader Tarjih dapat dilihat posisinya bagi masa depan organisasi. Kelangsungan dan kualitas organisasi dipengaruhi oleh eksistensi kadernya. Oleh karenya, Kader Tarjih perlu diperkuat wawasan ketarjihannya. Wawasan ketarjihan merupakan factor penting karena memiliki korelasi dengan kualitas perumusan produk tarjih.
Kualitas wawasan ketarjihan dapat dilihat dari alat analisis dan keilmuan fikih. Alat analisis ketarjihan menyangkut keilmuan usul fikih dan manhaj tarjih Muhammadiyah. Sedangkan keilmuan fikih berkaitan dengan kuantitas bacaan yang dimiliki kader tarjih.
Peningkatan wawasan Kader Tarjih dapat dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan, salah satunya adalah Pelatihan Kader Tarjih. Kali ini, Pelatihan Kader Tarjih dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid bekerjasama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Pelatihan Kader seperti ini diharapkan dapat membangun eksistensi Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Jawa Tengah. Posisi Majelis Tarjih dan Tajdid dalam Muhammadiyah merupakan posisi penting. Ia bisa dikatakan sebagai pemikiran Muhammadiyah.

B.     Tujuan Pelatihan
Terlaksananya kegiatan Pelatihan Kader Tarjih Tingkat Regional memiliki tujuan, yakni (1) terlaksananya program kerjasama antara Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Jawa Tengah, (2) peserta pelatihan memiliki wawasan ketarjihan sehingga terwujud kader yang memahami dasar ketarjihan sesuai dengan manhaj Muhammadiyah.

C.    Materi Pelatihan
1.      Konsep Kelembagaan dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah
2.      Hadis sebagai Sumber Hukum Islam Menurut Muhammadiyah
3.      Al-Quran sebagai Sumber Hukum Islam Menurut Muhammadiyah
4.      Praktik Bertarjih: contoh penerapan Metode Bayani, Ta’lili dan Istislahi sebagai Metode Penetapan Hukum Islam dalam praktik ketarjihan

D.    Peserta
a.       MTT PDM se-Jawa Tengah
b.      Pondok-Pondok Muhammadiyah se- Jawa Tengah
c.       Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jawa Tengah
d.      Ortom Muhammadiyah se- Jawa Tengah

E.     Jadwal Pelatihan

       

NO
WAKTU
KEGIATAN
PIC
1
Ahad, 21  Juni 2015
OC

Jam 07.00-08.00
Penukaran Mandat
Jam 08.00-09.00
1. Pembacaan Ayat Suci al-Quran
2. Sambutan Dekan
3. Sambutan Ketua MTT PWM Jateng
4. Penutup
Jam 09.00-10.30
Materi I: al-Quran sebagai sumber Hukum Islam menurut Muhammadiyah
Moderator
Narasumber: MTT PWM Jawa Tengah
Jam 10.30-12.00
Materi II:   Hadis sebagai Sumber Hukum Islam menurut Muhammadiyah
Moderator
Narasumber: MTT PWM Jawa Tengah
Jam 13.00-14.30
Materi III: Konsep Kelembagaan dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah
Moderator
Narasumber: MTT PP Muhammadiyah
15.00-17.30
Materi IV: Praktik Bertarjih: Penerapan Metode Bayani, Ta’lili, dan Istislahi dalam praktik ketarjihan
Moderator
Narasumber: MTT PP Muhammadiyah
17.30-18.00
Berbuka
SC
Shalat
Makan
Penutup