Rabu, 26 November 2014

SEMINAR DAN TOT METODE MANHAJI





SEMINAR DAN TOT TAFHIMUL QURAN METODE MANHAJI
Kerja Sama  FAI UMS dan Majelis Tablig PWM Jateng



Al-Qur’an adalah ruh dan sumber tenaga hati. Siapa yang kehilangan al-Qur’an, ia kehilangan peluang besar untuk hidup secara hakiki, kehilangan kesempatan menikmati kebahagiaan, keridaan, dan surga dunia. Al-Qur’an bukan lembaran-lembaran teori. Ia tidak akan mewujudkan dalam kenyataan jika kita tidak bersungguh-sungguh memetik manfaatnya.
Oleh karena itu, belajar dan mengajarkan al-Qur’an menjadi hal utama. Belajar al-Qur’an merupakan sarana menyingkap “misteri” keagungannya. Melalui hal tersebut, al-Qur’an mewujud dalam mukjizat besar sepanjang sejarah kehidupan umat manusia.
Muhammmadiyah sebagai organisasi sosial kemasyarakat yang senantiasa ingin kembali ke Qur’an dan Sunnah dalam setiap geraknya mempunyai tanggungjawab menyingkap hal tersebut. Melalui pengkajian yang memadai maka Muhammadiyah akan meneguhkan kesejatian sebagai gerakan pembaruan.



Dalam ranka peningkatan pemahaman terhadap Al-Quran untuk aktivis dakwah Muhammadiyah, pada tanggal 21-23 November 2014 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menyelenggarakan seminar dan Training of Trainer tafhimul Quran metode manhaji di Asrama haji Donohudan Boyolali.
Seminar dan TOT ini bertjuan menyiapkan kader Muhammadiyah khususnya Majelis Tablig untuk menjadi pelatih dalam tafhimul-quran dnegan metode manhaji di setiap daerah.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari anggota Majelis Tablig se jawa Tengah dan Dosen Fakultas Agama Islam UMS. Jumlah peserta ini kurang dari target sebelumnya 100 orang. Hal ini disebabkan sejumlah PDM Majelis Tablig sudah terlebih dahulu menyelenggarakan TOT sejenis di daerahnya masing-masing.
Tema seminar kali  adalah “Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan Berbasis al-Qur’an dan Sunnah” dengan pembicara Dr. M. Abdul Fattah Santoso (Dekan FAI UMS sekaligus Ketua PWM Jawa Tengah 2010-2015) dan Ari Anshori, M.Ag., (Ketua PWM Jawa Tengah).
Sedangkan narasumber TOT dari unsur Pimpinan Pusat Majelis Tablig adalah dr. Agus Sukoco dan Zaini Munir, M.Ag.. nara sumber utama TOT adalah penemu metode Manhaji yaitu M. Anas Adnan Lc. M.Ag. dari Surabaya.(mj123)