WORKSHOP INTERNASIONALISASI PEMIKIRAN DAN GERAKAN MUHAMMADIYAH, 31/10-1/11, 2014

Muhammadiyah telah memasuki abad kedua. Tantangan dakwah abad ini tentu tak kalah  rumit  jika  dibandingkan  abad  pertama.  Pasalnya,  Muhammadiyah yang merupakan gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid tidak  lagi  berdiri sebagai ormas modern berbasis sosial kemasyarakatan di Indonesia, tetapi kini berhadapan dengan  berbagai  persoalan  serius  internasional.  Persoalan  internasional  itu  merupakan peluang bagi Muhammadiyah untuk semakin berkiprah untuk umat secara global.
Sebagai gerakan Islam yang dikenal sebagai gerakan purifikasi di satu sisi dan gerakan pembaharuan di sisi lain, dengan tantangan global yang semakin kompleks menuntut Muhammadiyah untuk merumuskan kembali visi, misi dan strategi gerakan dakwah tajdidnya dalam ranah global dan internasional, yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan motor peradaban utama yang berlandaskan ajaran Islam yang memiliki sifat rahmatan lil alamin. Tantangan ini di antaranya adalah bagaimana memelihara paham dan gerakan pemurnian untuk tidak mengarah kepada gerakan radikal dan menjaga visi dan pandangan tajdid-pembaharuannya tidak tergerus oleh infiltrasi paham liberal-sekular.  Posisi ini tidak mudah bagi Muhammadiyah, karena memang kenyataanya radikalisme yang merusak dunia seringkali membonceng pada gerakan puritanisme, sebagaimana paham liberal-sekular membonceng dan membiasi konsep tajdid dan pembaharuan Islam.
Dengan bekal pengalaman berorganisasi selama seabad, Muhammadiyah diharapkan mampu mewarnai jagat pemikiran dan praksis sosial yang dibawa sebagai role model ditingkat global. Meminjam istilah Haedar Nashir (2011) dengan fondasi ideologi reformis dan moderat yanmenjadi  karakter  gerakannya  plus  pandangan Islam  yang berkemajuan dan berbagai potensi sumberdaya manusia, amal usaha, dan jaringan yang dimiliki, Muhammadiyah akan mampu menghadapi masalah dan tantangan yang menghadang betapa pun kompleksnya.
Inilah tantangan Muhammadiyah. Mencoba memberikan sesuatu kepada publik internasional dengan modal sosial yang telah dimiliki. Setidaknya, Muhammadiyah dapat berperan dalam tiga hal utama. Yaitu, ranah politik, ekonomi, dan kultural.
Untuk mengkaji peroalan-persoalan di atas Prodi Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah), Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (Ushuluddin) dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah FAI Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerjasama dengan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menyelenggarakan workshop dan diskusi nasional dengan tema “Internasionalisasi Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah” yang berlangsung pada hari Jumat-Sabtu, 31 Oktober – 1 Nopember 2014 di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diikuti sekitar 75 orang dari kalangan tokoh muda Muhammadiyah yang seluruhnya dating sebagai narasumber, dengan pidato pengantar oleh Rektor UMS, Prof Bambang Setiaji.

JADWAL KEGIATAN WORKSHOP Prodi PAI-IQT-HES FAI UMS – JIMM


Hari
Waktu
Materi
Pemateri
Jumat,
31 Oktober
2014
08.00-08.30
Pendaftaran Peserta
Sekretariat
08.30-09.15
Sambutan dan Pengarahan
-Pradana Boy, M.A.
-Prof. Dr. Bambang Setiaji
09.19-09.30
Break

09.30-11.30
Kuliah Umum
Internasionalisasi Pemikiran dan Gerakan
Muhammadiyah: Tantangan dan Prospek
1.Rizal Sukma, Ph.D.
2.A. Najib Burhani, Ph.D.
Moderator:
Andar Nubowo, DEA.
11.30-13.00
Shoima

13.00-15.00
1. Moderasi       pemikiran       keagamaan
Muhammadiyah  sebagai  model Islam global.
2. Muhammadiyah  dan  dinamika  politik di Indonesia
3. Muhammadiya da Politik   media massa
1.Dr. Ahmad Nur Fuad



2.Drs. Suyoto M.Si.

3.Syifaul Arifin
Moderator:
Dr. Mutohharun Jinan
15.00-15.30
Break dan shalat ashar

15.30-17.00
Presentasi makalah-makalah terpilih dari call for paper
Moderator:
Budi Azari, M.A.
17.00-20.00
Shoima

20.00-22.00
1. Menguatkan kembali Tradisi Filantropi
Muhammadiyah
2. Peran         Muhammadiyah         dalam Pengembangan dan perbedayaan ekonomi rakyat
3.Pengalaman Muhammadiyah dalam Pengembangan dan perberdayaan ekonomi rakyat: BTM Pekalongan
1.Hilman Latief, Ph.D.

2.Drs. Marpuji Ali, M.Si
3.Drs. Achmad Suud
(Direktur BTM Pekalongan)

Moderator: Dr. Sarbini
22.00-
Istirahat



Sabtu,
1 Nop 2014
03.00-07.30
Tahajud, subuh, sport, sarapan

07.30-08.00
Registrasi peserta
Panitia
08.00-10.00
1 Revitalisasi Pendidikan dasar dan
menengah Muhammadiyah:
(a)   Pergurua Muhammadiyah Program Khusus Kotabarat Solo; (b) PAUD/TK Nuraeni Yogyakarta
2. Pendidikan                   kaderisasi Muhammadiyah: Pengalaman Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS
3. SM Tren-Sains:   Menyemai epistemologi pendidikan sains di Muhammadiyah
1.-Muhammad Ali, M.Pd.
-Kis Rahayu, M.Pd.




2.Dr. Syamsul Hidayat




3.Agus Purwanto, Ph.D.

Moderator:







Benni Setiawan, M.A.
10.00-10.15
Break
10.15-12.00
Presentasi makalah-makalah peserta
terpilih dari call for paper
Moderator:
Azaki Khoirudin
12.00-13.00
Shoima
13.00-15.00
Focus Group Discussion:
Strategi Internasionalisasi Pemikiran dan
Gerakan Muhammadiyah
Fasilitator:
Ahmad Fuad Fanani, M.A. Pradana Boy, M.A.
15.00-15.30
Break
15.30-16.30
Penutupan